{"id":1856,"date":"2022-08-15T15:57:01","date_gmt":"2022-08-15T08:57:01","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jagoweb.com\/kb\/?p=1856"},"modified":"2022-08-15T15:57:01","modified_gmt":"2022-08-15T08:57:01","slug":"8-jenis-jenis-kamera-yang-siap-mengabadikan-momen-berhargamu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jagoweb.com\/kb\/8-jenis-jenis-kamera-yang-siap-mengabadikan-momen-berhargamu\/","title":{"rendered":"8 Jenis-Jenis Kamera yang Siap Mengabadikan Momen Berhargamu"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1857\" src=\"https:\/\/www.jagoweb.com\/kb\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/2.png\" alt=\"\" width=\"656\" height=\"538\" srcset=\"https:\/\/www.jagoweb.com\/kb\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/2.png 656w, https:\/\/www.jagoweb.com\/kb\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/2-300x246.png 300w, https:\/\/www.jagoweb.com\/kb\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/2-50x41.png 50w, https:\/\/www.jagoweb.com\/kb\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/2-600x492.png 600w, https:\/\/www.jagoweb.com\/kb\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/2-320x262.png 320w\" sizes=\"(max-width: 656px) 100vw, 656px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan berkembangnya teknologi, kini mengabadikan momen dapat dilakukan dengan kamera yang hasilnya dapat dilihat langsung, tak seperti dulu harus menunggu lembar filmnya keluar barulah hasilnya terlihat. Kemajuan teknologi pemotret foto ini juga didukung dengan tingginya kebutuhan manusia, terutama untuk fotografi. Lantas, apa saja jenis-jenis kamera tersebut?<\/span><\/p>\n<h2 id=\"jenis-jenis-kamera\" ><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis-Jenis Kamera<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut ini telah kami rangkum berbagai jenis kamera yang siap menemanimu di setiap momen, bak itu acara formal, non formal, atau hanya sebagai hiburan saja.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h3 id=\"mirrorless-camera\" ><span style=\"font-weight: 400;\">Mirrorless Camera<\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kamera mirrorless merupakan kamera yang tak mempunyai cermin dari viewfinder atau jendela bidik optik layaknya kamera DSLR. akan tetapi, kualitas gambarnya pun bisa dibilang setara sebab untuk image sensornya sendiri sama besar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh sebab itulah, ukuran kamera mirrorless jauh lebih kecil serta ringan ketimbang kamera DSLR dengan bentuknya yang lebih kompak serta lensa pun bisa kamu ganti sesuka hati. Sejatinya kamera mirrorless yakni kamera DSLR yang bagian pemantul cahayanya dihilangkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kekurangan mirrorless camera yaitu gambar pada jendela bidik dibalik secara horizontal atau dari kiri ke kanan. Akibatnya, pembingkaian foto jadi sulit, terutama untuk kamu yang masih minim pengalaman.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h3 id=\"bridge-camera\" ><span style=\"font-weight: 400;\">Bridge Camera<\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis kamera satu ini juga dikenal sebagai Bridge CDC atau Compact Digital Camera. Sebutan bridge berawal dari fungsinya yang mana sebagai jembatan pengguna kamera saku supaya mendapatkan fitur serta kualitas foto yang jauh lebih bagus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk kualitasnya sendiri berada di tengah-tengah kamera DSLR dengan kamera pocket. Kamu bisa melihat ciri-cirinya dari kemampuan zoom yang telah mencapai 50\u201360 kali dan sistem stabilisasinya mumpuni.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun bridge camera mempunya lensa zoom yang sangat jauh, tetapi sensornya lebih kecil. Begitu pun dengan lensanya yang tak dapat diganti-ganti.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h3 id=\"action-kamera\" ><span style=\"font-weight: 400;\">Action Kamera<\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis kamera satu ini paling banyak digandrungi oleh anak muda yang menyukai olahraga ekstrim, vlogger, ataupun hunting tempat lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, kamera ini justru bukan digunakan untuk berfoto, melainkan mengambil video. Ini mungkin karena bentuknya yang sangat portable dan berukuran kecil, jadi mudah dibawa dan dipasang dimana saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kualitas kameranya sendiri juga sangat mumpuni dan mampu menghasilkan video beresolusi full HD 1080p dengan kecepatan 30 frame per detik ataupun 720p dengan kecepatan 60 fps. Dimana ini sudah masuk ke kategori high definition tajam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kelebihan kamera ini adalah mampu memberikan kualitas gambar hingga full HD, cocok bagi kamu yang punya mobilitas tinggi, bisa dipasang memori eksternal sampai 32GB, harganya terbilang murah, bersifat waterproof, dan modelnya sangat compact.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h3 id=\"boutique-camera\" ><span style=\"font-weight: 400;\">Boutique Camera<\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila dilihat sekilas saja, Boutique camera mungkin tak lebih besar daripada kamera pada umumnya. Lalu jika dilihat lebih detail, ternyata istilah nama boutique ini berasal dari tampilannya yang sangat elegan dan cantik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walaupun bentuknya cukup ringkas, tetapi kamera satu ini memiliki sensor full name yang melebihi kemampuan DSLR. Rara-rata kamera boutique menggunakan sensor full frame dengan kualitas yang sudah tak perlu diragukan lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kelebihan kamera ini yaitu kualitas gambar yang sangat baik, model kamera elegant, stylish, dan powerful, dan sebagian menggunakan sensor full name. Akan tetapi, kamera boutique dibanderol dengan harga sangat mahal, begitu juga dengan lensanya.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h3 id=\"prosumer-camera\" ><span style=\"font-weight: 400;\">Prosumer Camera<\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kamera prosumer merupakan kamera yang sebenarnya merupakan perpaduan kamera DSLR dan kamera pocket. Perpaduan tersebut dapat dilihat dari bentuk kamera prosumer yang tampaknya lebih kecil, tetapi mirip DSLR.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, asal muasal kata prosumer yaitu profesional dan consumer. Jenis kamera point and shoot ini mempunya fitur yang jauh lebih lengkap daripada kamera sakut, seperti setting exposure dan ISO manual.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa orang mungkin lebih memilih untuk menggunakannya, sebab dinilai jauh lebih praktis serta fungsional ketimbang kamera DSLR.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat kamu memiliki kamera ini, maka ia mempunyai kemampuan ultra zoom yang cukup hebat, fiturnya mirip kamera DSLR, cocok digunakan pada macro photography, dan ukurannya lebih kecil daripada DSLR.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, sensornya lebih kecil daripada DSLR. lalu kualitas hasil fotonya pun tak sebagus kamera DSLR dan kecepatan autofocus lumayan lambat.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h3 id=\"polaroid-camera\" ><span style=\"font-weight: 400;\">Polaroid Camera<\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kamera instan ini merupakan model kamera yang bisa memproses foto dalam kamera usai pemotretan dilakukan. Terdapat film khusus di dalamnya atau dikenal sebagai film polaroid.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja, yang menjadi kelebihan polaroid camera yaitu bisa langsung mencetak foto yang baru saja dibidik dengan cepat. Di samping itu, model kamera ini pun sangat stylish dan unik sekali.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, kualitas foto yang dihasilkan tidaklah sama dengan kamera digital umumnya. Lalu ukuran foto standarnya juga lebih kecil.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h3 id=\"pocket-camera\" ><span style=\"font-weight: 400;\">Pocket Camera<\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk pocket kamera termasuk kamera yang sangat sederhana dan ukurannya pun tidak terlalu bas serta sangat pas di kantong. Itu sebabnya disebut sebagai kamera saku atau pocket kamera.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak sekali orang yang lebih memilih model kamera ini, khususnya pagi kamu yang mau kamera simpel dan sekedar mendapatkan foto saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kamera ini sangat ramah dengan penggunanya, termasuk anak-anak yang sebenarnya masih sangat awam dengan kamera. Dengan fitur yang mayoritasnya sudah disetel dengan otomatis, maka sangat mendukung berbagai kegiatan fotografi mu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak heran juga kenapa namanya point and shoot, kamu hanya perlu mengincar objek yang mau difoto, lalu klik tombolnya dan selesai.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk event indoor ataupun outdoor juga sangat cocok memanfaatkan kamera ini. Tak terkecuali untuk berbagai event yang hanya memerlukan dokumentasi standar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, pocket kamera memiliki auto focus yang lambat, kualitas tentang dinamisnya kurang baik, dan kualitas gambar kurang bersih.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h3 id=\"dslr-camera\" ><span style=\"font-weight: 400;\">DSLR Camera<\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">DSLR merupakan singkatan Digital Single Lens Reflex yang artinya jenis kamera lensa tunggal yang mana memanfaatkan cermin dalam mengarahkan cahaya dari lensa ke jendela bidiknya. Jendela bidik atau viewfinder sendiri ialah lubang kecil yang ada di belakang kamera tempat kamu mengintip objek foto.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini merupakan jenis kamera paling banyak digunakan oleh fotografer profesional. Akan tetapi, kini tak hanya fotografer profesional saja, melainkan pecinta fotografi dan pemula juga sudah banyak yang mulai menggunakannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan mereka memilihnya yakni karena fitur lebih komplit serta mampu menghasilkan gambar yang cukup memuaskan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ciri-ciri DSLR camera adalah menggunakan lensa kit 18-55 mm, aksesoris kamera yang lebih banyak, dan lensanya bisa diganti-ganti sesuai kebutuhan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi pemula yang baru saja ingin bergelut di dunia fotografi, sebaiknya tidak memilih DSLR kamera ini. Sebab harganya pun relatif lebih mahal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementar aitu, kelebihan DSLR yaitu kualitas gambarnya jauh lebih memuaskan, mudah diupgrade, fitur fotografi yang memadai, lebih fleksibel dalam penggunaannya, dan kinerjanya sangat mumpuni dalam hal fotografi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari banyaknya jenis-jenis kamera untuk mengabadikan momen di atas, manakah yang hendak kamu pilih? Pastikan memilih kamera yang sesuai dengan kebutuhanmu sendiri dan budget yang dimiliki.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dengan berkembangnya teknologi, kini mengabadikan momen dapat dilakukan dengan kamera yang hasilnya dapat dilihat langsung, tak seperti dulu harus menunggu lembar filmnya keluar barulah hasilnya terlihat. Kemajuan teknologi pemotret foto ini juga didukung dengan tingginya kebutuhan manusia, terutama untuk fotografi. Lantas, apa saja jenis-jenis kamera tersebut? Jenis-Jenis Kamera Berikut ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":1857,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[139],"tags":[303],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jagoweb.com\/kb\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1856"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jagoweb.com\/kb\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jagoweb.com\/kb\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jagoweb.com\/kb\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jagoweb.com\/kb\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1856"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jagoweb.com\/kb\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1856\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1858,"href":"https:\/\/www.jagoweb.com\/kb\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1856\/revisions\/1858"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jagoweb.com\/kb\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1857"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jagoweb.com\/kb\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1856"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jagoweb.com\/kb\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1856"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jagoweb.com\/kb\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1856"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}