Apakah itu .htaccess

Pada artikel ini akan dijelaskan tentang cara membuat file .htaccess untuk melakukan redirect situs atau halaman tertentu konten situs anda. Efek redirect ini tidak akan berpengaruh pada email yang terkait dengan domain anda.

Peringatan:

.htaccess merupakan file konfigurasi yang sangat berpengaruh terhadap suatu website. Meskipun mungkin anda secara tidak sengaja melupakan hal yang sepele (lupa menambahkan spasi misalnya) dapat menyebabkan halaman website tidak akan terbuka (berfungsi) sama sekali. Dikarenakan .htaccess merupakan file sistem yang tersembunyi, pastikan software ftp anda terkonfigurasi untuk menampilkan file-file yang tersembunyi. Biasanya opsi ini dapat anda temukan pada menu “Preferences / Options” program FTP anda.

 

Catatan:

Alasan mengapa anda harus menyimpan file tersebut dengan nama “htaccess.txt” adalah karena sebagian besar sistem operasi dan program FTP secara default tidak dapat mengenali (membaca) file “.htaccess“. Setelah file “htaccess.txt” berhasil diupload ke webserver, rename file “htaccess.txt” menjadi “.htaccess“.
Gunakan perintah-perintah di bawah ini untuk meredirect situs atau halaman tertentu website anda:
  1. Mengalihkan url situs utama ke url situs yang lain, contoh: “domainanda.com” diarahkan ke “domainanda.com“:
    # Perintah ini berfungsi untuk mengalihkan keseluruhan website ke domain yang lain
    Redirect 301 / http://domainanda.com/
  2. Mengalihkan (redirect) file “index.html” ke folder / sub folder tertentu:
    # Perintah ini berfungsi untuk mengalihkan halaman utama index.html ke folder atau subfolder tertentu
    Redirect /index.html http://domainanda.com/folder-baru/
  3. Mengalihkan (redirect) file lama ke file baru (direktori / folder yang berbeda):
    # Perintah ini berfungsi untuk mengalihkan folder lama ke folder yang baru
    Redirect /direktorilama/filelama.html http://domainanda.com/direktoribaru/filebaru.html
  4. Mengalihkan (redirect) index situs ke index halaman tertentu:
    # Perintah ini berfungsi untuk menentukan index halaman tertentu
    DirectoryIndex index.php
  5. Redirect user untuk mengakses situs tanpa menggunakan prefix “www.”:
    # Redirect semua visitor untuk akses situs tanpa menggunakan prefix www.,
    # (http://www.domainanda.com/... akan dialihkan ke http://domainanda.com/...)
    # penerapannya adalah melalui cara berikut ini:
    
    RewriteEngine On
    RewriteCond %{HTTP_HOST} ^www\.domainanda\.com$ [NC]
    RewriteRule ^(.*)$ http://domainanda.com/$1 [L,R=301]
  6. Redirect user untuk mengakses situs menggunakan prefix “www.”:
    # Redirect semua visitor untuk akses situs dengan menggunakan prefix www.,
    # (http://domainanda.com/... akan dialihkan ke http://www.domainanda.com/...)
    # penerapannya adalah melalui cara berikut ini:
    
    RewriteEngine On
    RewriteCond %{HTTP_HOST} !^www\.domainanda\.com$ [NC]
    RewriteRule ^(.*)$ http://www.domainanda.com/$1 [L,R=301]
  7. Redirect user situs ke versi aman domain anda (akses ke SSL):
    # Cara paling mudah untuk redirect visitor selalu akses secure connection (https://) dapat dilakukan dengan cara di bawah ini:
    RewriteEngine On
    RewriteCond %{SERVER_PORT} 80
    RewriteRule ^(.*)$ https://www.domainanda.com/$1 [R,L]
  8. Redirect user akses prefix “www.” ke “http://” dan “https://”:
    RewriteEngine On
    
    RewriteCond %{SERVER_PORT} 80
    RewriteCond %{HTTP_HOST} !^www\.domainanda\.com$ [NC]
    RewriteRule ^(.*)$ http://www.domainanda.com/$1 [L,R=301]
    
    RewriteCond %{SERVER_PORT} 443
    RewriteCond %{HTTP_HOST} !^www\.domainanda\.com$ [NC]
    RewriteRule ^(.*)$ https://www.domainanda.com/$1 [L,R=301]
  9. Redirect visitor ke “https://” untuk folder (direktori) tertentu:
    # Jika anda menginginkan https diterapkan pada folder tertentu gunakan perintah berikut ini:
    RewriteEngine On
    RewriteCond %{SERVER_PORT} 80
    RewriteCond %{REQUEST_URI} foldersaya
    RewriteRule ^(.*)$ https://www.domainanda.com/foldersaya/$1 [R,L]
Setelah selesai & semua command (perintah) sudah ditulis dengan benar, upload ke webserver anda. Jangan lupa rename file “htaccess.txt” menjadi “.htaccess“.

Was this article helpful?

Related Articles

Leave A Comment?

You must be logged in to post a comment.