Training Monopoli Perdagangan Melalui Game & Gadget

Pada tahun sekarang ini akusisi-akusisi yang besar dalam industri games, misalnya akusisi Zynga dari Take Two Interactive. Akan tetapi tak semua proses dari akusisi yang seperti ini bisa berjalan dengan baik. Belakangan ini FTC atau Federal Trade Commission dari Amerika Serikat mengatakan kalau mereka akan mengambil keputusan untuk melakukan investigasi pada akusisi Bungie dari Sony.

Investigasi tersebut bisa memperlambat proses dari akusisi Bungie. Mungkin investigasi tak bisa membatalkan proses dari Bungie, tapi mereka akan melakukannya hingga bisa menunjukkan tentang betapa agresif Antitrust saat ini. FTC sendiri merupakan salah satu organisasi mandiri dari Amerika Serikat untuk melindungi konsumen hingga memastikan tentang industri akan tetap kompetitif.

Dalam industri game, Tencent menguasai 40% untuk pangsa pasar yang ada di dunia game. Jadi, apabila mereka sudah menguasai dunia streaming game, hal ini bisa membuat perusahaan-perusahaan lain mengalami kesulitan dalam bersaing dengan perusahaan Tencent. Hal ini memperlihatkan tentang regulasi antitrust memiliki peranan yang sangat penting

 

Kenapa Regulasi Antitrust itu Penting?

Pada umumnya ada banyak negara yang ada di seluruh dunia membuat regulasi antitrust dalam mengatur tentang bagaimana suatu perusahaan beroperasi. Tidak sebagai pelindung konsumen, dimana regulasi antitrust ini memiliki fungsi untuk memastikan kalau setiap perusahaan dalam suatu bidang mempunyai tempat yang sama. Jadi, tak ada satu perusahaan yang dapat menguasai pasar dengan menyeluruh.

Hal ini juga akan membuat persaingan antara perusahaan bisa terjadi dengan cara yang alami. Bisa dibilang kalau peraturan antitrust ini sebagai antimonopoli. Tapi, peraturan dari antitrust sebenarnya terdiri atas price fixing, bid rigging dan alokasi pasar. Monopoli sendiri terjadi apabila suatu perusahaan mempunyai dominasi yang mutlak dalam industri hingga mematikan persaingan.

Contoh kasus mengenai antitrust yang berhubungan dengan monopoli salah satunya adalah Microsoft menyertakan perambanan dari Internet Edge yang dulunya Internet Explorer didalam Sistem Operasi Windows. Memang pada saat ini pihak Windows masih menguasai market sistem operasi buat komputer. Diambil dari data StatCounter pada April 2022, dimana Windows menguasai 74.79% pangsa pasar.

Sedangkan OS X yang merupakan sistem operasi yang populer sesudah Windows, dimana hanya menguasai 15.38% pangsa pasar. Keputusan dari Microsoft dalam menyertakan pada Windows dianggap sebagai pelanggaran dari regulasi antitrust. Hal ini dikarenakan, Microsoft menggabungkan dua produk hingga menjadi suatu kesatuan.

Dengan adanya kesatuan dari dua produk tersebut, maka suka atau tidak suka semua pengguna Windows yang ada akan mempunyai Edge. Padahal ini belum bisa dipastikan kalau tiap pengguna ingin memakai Edge dengan tujuan untuk dijadikan sebagai browser pengguna.

 

Kontroversi dalam Game

Regulasi antitrust dibuat dengan tujuan agar dapat mengetahui  dan memastikan kalau pelaku bisnis bisa saling bersaing dengan cara yang adil. Oleh karena itu, seringkali regulasi antitrust ini disebut dengan regulasi kompetisi. Hal ini juga mengundang kontroversi yang terjadi akibat monopoli Microsoft.

 

Franchise dari Activision Blizzard

Dalam dunia game, dimana Microsoft memonopoli berbagai perusahaan-perusahaan yang besar. Di awal tahun 2022 mereka memiliki rencana dengan tujuan untuk mengakuisisi Activision Blizzard. Dengan mengakusisi perusahaan tersebut, maka Microsoft akan menguasai banyaknya Franchise Game yang berupa Doom, Call of Duty, Fallout, The Elder Scroll, World of Warcraft, Overwatch, Quake dan Dishonored.

Sebagian pihak merasa khawatir dengan adanya strategi mengakuisisi dari Microsoft. Franchise Game yang sudah disebut tadi akan dijadikan sebagai permainan ekslusif pada Xbox maupun PC. Artinya pemilik PlayStation yang buatan dari Sony tak dapat memainkan beberapa game tersebut. Dengan hal ini, maka persaingan secara otomatis akan dimatikan langsung.

Apabila game-game yang tadi telah melalui proses pembuatan dengan QA (quality assurance) yang sama dan juga sudah mematuhi peraturan yang sama. Memungkinkan kalau tiap game yang ada akan kelihatan mirip antar satu dengan yang lainnya.

Contohnya, pada saat Disney membeli Franchise Game (misalnya Marvel dan Star Wars), maka nada serta tema yang ada di film maupun komik dan game franchise tersebut harus sama dengan prinsip atau aturan yang berlaku di Disney sebagai perusahaannya.

 

Game Pass milik Microsoft

Apabila Microsoft berhasil dalam mendominasi pasar game, ada pun hal yang akan dikhawatirkan oleh banyak orang seperti Game Pass. Makin banyak pengguna yang memakai Game Pass, makin besar juga kuasa Microsoft atas pihak ketiga yang memerlukan Game Pass dalam menjangkau berbagai macam pengguna. Kemungkinan Microsoft akan menaikkan harga Game Pass, dan ini merupakan suatu kerugian.

Model yang berlangganan pada Game Pass, tentunya bermasalah. Karena tiap develop yang tak memiliki jaringan distribusi, maka ini akan mengakibatkan tingkat kesulitan tinggi dalam pembuatan hingga mendistribusikan game yang ada. Meskipun demikian, tak semua pelaku menduga kalau Microsoft sedang mengembangkan monopoli. Lantas apa yang dilakukan oleh Microsoft???

Mengakuisisi Activision Blizzard dan bukan menjadi pelanggan di regulasi antitrust. Sebab, keputusan dari Microsoft dalam mengakuisisi menjadi salah satu merger vertikal yang bukan horizontalnya. Transaksi seperti merger vertikal ini akibat Microsoft dan Activision Blizzard mempunyai peran yang terlihat berbeda. Jika Microsoft hanya distributor game, maka Activision Blizzard sebagai pembuat game.

Akuisisi dari Microsoft pada Activision Blizzard merupakan salah satu contoh integrasi vertikal di perindustrian game. Ketika distributor game mengakuinya pembuat game, bisa dibilang akuisisi ini adalah transaksi yang besar dalam industri game. Namun pengadilan dari Amerika Serikat selama ini masih enggan dalam penerapan regulasi antitrust yang sangat ketat dan kuat dalam integrasi vertikal.

 

Candy Crush, Mobile Game yang Sukses

Tak hanya itu saja, pada saat ini juga Microsoft masih tidak mempunyai di perindustrian mobile game. Yang pastinya ini akan menjadi alasan kenapa mereka melakukan akuisisi pada Activision Blizzard sehingga bisa mendapatkan akses pada king atau dikenal developer mobile game. Salah satu dari king mobile game adalah Candy Crush. Pada umumnya Candy Crush adalah game mobile yang memiliki penghasilan terbesar sepanjang sejarah.

 

Valve adalah Game lain yang Dituduh Monopoli

Salah satu perusahaan game yang lain dan sering dituduh sebagai monopoli, yakni Valve. Dan perusahaan ini juga menjadi salah satu perusahaan yang membangun platform distribusi game, yakni Steam. Telah diketahui kalau penuntut Valve adalah monopoli, yaitu Indie Developer, kreator Humble Indie Bundle, Wolfire Game.

Dasar tuntutan dari Valve ini adalah memanfaatkan dominasi yang mereka punya pada market PC gaming sehingga terkena sanksi sebesar 30%. Tuntutan dari mereka, dimana Wolfire mengatakan bahwa Valve mengambil keputusan dalam menyatukan Steam Game Store dan Steam Gaming Platform, dan ini merupakan tindakan yang ilegal.

Tapi, Valve juga mengatakan kalau Steam bukanlah menjadi suatu perantara. Karena Steam memanglah memiliki nilai yang tinggi buat para gamers maupun developers. Gamers juga begitu menyukai dengan adanya Steam hingga mereka akan memprotes apabila suatu game hanya tersedia di Epic Games Store.

Tagged:

Leave A Comment?

You must be logged in to post a comment.